CEK PENERIMA Bansos PKH Tahap IV Cair Bulan Oktober 2021, Klik cekbansos.kemensos.go.id

Bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) kembali dicairkan pada bulan Oktober 2021. Seperti diketahui, saat ini bansos PKH ada di tahap ke IV. Bansos PKH diberikan bagi keluarga yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan yang sesuai dengan kategori penerima PKH menurut Kementerian Sosial (Kemensos).

Sesuai dengan unggahan akun Instagram @kemensosri, PKH diklaim sebagai salah satu bansos yang telah terbukti berhasil mendorong penurunan angka kemiskinan di Indonesia. 1. Meningkatkan taraf hidup melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. 2. Mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan.

3. Mendorong perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat. 4. Mengurangi kemiskinan. 5. Inklusi keuangan.

Kategori ibu hamil maksimal 2 kali kehamilan. Kategori Anak usia dini, usia 0 sampai dengan 6 tahun, maksimal 2 anak. Kategori SD atau MI sederajat, anak usia 6 sampai dengan 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun.

Kategori SMP atau MTS sederajat, anak usia 6 sampai dengan 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun. Kategori SMA atau MA sederajat, anak usia 6 sampai dengan 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar 12 tahun. Kategori lanjut usia 70 tahun ke atas maksimal 1 orang yang berada dalam keluarga.

Kategori penyandang disabilitas berat maksimal 1 orang dan berada dalam keluarga penyandang disabilitas fisik dan penyandang disabilitas mental. Ibu Hamil/Nifas menerima sebesar Rp 3.000.000 per tahun; Anak Usia Dini 0 sd 6 Tahun menerima sebesar Rp 3.000.000 per tahun;

Pendidikan Anak SD/Sederajat menerima sebesar Rp 900.000 per tahun; Pendidikan Anak SMP/Sederajat menerima sebesar Rp 1.500.000 per tahun; Pendidikan Anak SMA/Sederajat menerima sebesar Rp 2.000.000 per tahun;

Penyandang Disabilitas berat menerima sebesar Rp 2.400.000 per tahun; Lanjut Usia menerima sebesar Rp 2.400.000 per tahun. Buka laman

Masukkan alamat seperti Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan pada kolom; Masukkan nama sesuai KTP; Masukkan kode yang tertera dalam kotak boks captcha pada kolom;

Bila kode huruf tidak jelas, klik simbol 'reload' untuk mendapatkan kode baru; Klik cari data, hasil data pencairan akan muncul pada laman cekbansos.kemensos.go.id. Penyaluran bantuan dilakukan sejak Juli hingga September 2021 dan dipercepat pencairannya melalui Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA).

Proses pencairan dana tidak dikenai potongan biaya apapun. Masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial dapat mengajukan atau mengusulkan diri melalui cara berikut: Download Aplikasi Cek Bansos

Kemudian login dan klik menu 'Daftar Usulan' Lalu pemilik akun tinggal menambahkan usulan untuk mendaftarkan diri, keluarga atau masyarakat lain, klik 'Tambah Usulan' Data yang berhasil diusulkan akan memuat nama, NIK dan status kesesuaian Dukcapil sesuai wilayah pengusul pada Kartu Keluarga.

Apabila pengusul mengajukan keluarga sendiri maka status sama dengan 1 KK. 'Field' yang diisi untuk menu usulan, seluruh data wajib diisi sesuai dengan data kependudukan. Jika NIK yang diinput sesuai dengan data Dukcapil, akan muncul menu 'Pilih Bansos'.

Pendaftar hanya tinggal menunggu kelanjutan dari penyaluran bansos.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Nasional

Ajudan Azis Syamsuddin Ungkap Pertemuan Bosnya dengan Eks Penyidik KPK Robin

Ajudan mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Azis Syamsuddin, Dedi Yulianto, mengungkapkan pertemuan bosnya dengan eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju. "Di BAP 14 Dedi Yulianto mengatakan 'saya pernah melihat beberapa kali Robin Pattuju di rumah Azis Syamsuddin. Seingat saya kronologisnya adalah pada awal tahun 2020 sekitar sore hari Agus […]

Read More
Nasional

SBY Ingatkan Ancaman Krisis Iklim Hingga Masalah Pangan di Dunia

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti masalah perubahan iklim yang melanda belahan bumi akhir akhir ini. SBY mengungkapkan bahkan sebagian kalangan menyebut bahwa saat ini telah terjadi krisis iklim. "Isu ketiga ini topik bahasan kita yaitu isu perubahan iklim, pemanasan global, dan tentunya pembangunan berkelanjutan. di banyak negara. Banyak yang mengatakan bahwa kita ini […]

Read More
Nasional

Densus 88 Jawab Peringatan Jepang Soal Ancaman Aksi Teror di Indonesia

Pemerintah Jepang menerbitkan peringatan kepada warganya untuk waspada akan ancaman serangan teror di Indonesia dan lima negara Asia Tenggara lainnya. Menanggapi hal itu, Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Aswin Siregar mengatakan pihaknya selalu bersiaga untuk memonitor gerakan jaringan di Indonesia. "Terima kasih infonya. Densus selalu dalam kondisi siaga untuk memonitor gerakan gerakan […]

Read More